Rabu, 15 Mei 2013

pengertian , fungsi dan tujuan pendidikan



2.1 Pengertian Pendidikan

Pendidikan merupakan kegiatan yang sangat penting bagi penyiapan anak-anak untuk menghadapi kehidupannya di masa mendatang. Proses pendidikan sudah ada sejak manusia ada, meskipun proses pelaksanaanya masih sangat sederhana. Bertujuan untuk mendewasakan anak-anak.
Adapun pengertian pendidikan ditinjau dari istilah :
  1. Bahasa Indonesia : WYS Purwodarminto (Kamus, 1979) mengartikan kata pendidikan sebagai perbuatan (hal, cara) mendidik.
  2. Bahasa Jawa : Panggulawentah berati mengolah , membina kejiwaan dengan mematangkan perasaan,kemauan dan watak sang anak.
  3. Bahasa Belanda : Istilah opevoending berarti tindakan untuk membesarkan anak dalam arti geestelyk (kebatinan, Jawa).
  4. Bahasa Romawi : Istilah educare yang berarti mengeluarkan dan menuntun.

A.      Devinisi Pandidikan
Devinidi pendidikan menurut Langeveld yaitu mendidik adalah memberikan pertolongan secara sadar dan sengaja kepada seorang anak (yang belum dewasa) dalam pertumbuhannya menuju kearah kedewasaan dalam artiberdiri sendiri dan bertanggung jawab sesuai atas segala tindakan-tindakannya menurutvpilihannya sendiri”.
Tiga inti hakekat manusia menurut Langeveld :
1. Manusia pada hakekatnya sebagai makhluk individual.
2. Manusia pada hakekatnya sebagai makhluk sosial.
3. Manusia pada hakekatnya sebagai makhluk susila.

Pendidikan menurut John Dewey : “Etymologically, the word education means just a processnof leding or bringing up”.
Sedangkan pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara, Pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mendapat keselamatandan kebahagiaan yang setinggi-tingginya (Majelis Luhur Persatuan Taman Siswa, 1962).Semboyan Ki Hajar Dewantara adalah Ing ngarso sung tulodo, ing madya mangun karso, tut wuri handayani.
Devinisi pendidikan menurut pandangan Mono Disipliner, mereka antara lain adalah :
  1. Pandangan sosiologi
  2. Menurut pandangan antropologi (budaya)
  3. Menurut pandangan psikologi
  4. Pandangan dari sudut ekonomi
  5. Menurut pandangan politik
  6. Menurut pandangan filosofi tentang hakekat manusia (antropologi filsafat)
Sedangkan menurut pandangan Multi Disipliner mengenai pendidikan diungkapkan oleh Redja Mudyahardjo (1986 : 3) : pendidikan adalah keseluruhan kerja insani yang terbentuk dari bagian-bagian yang mempunyai hubungan fungsional dalam membantu terjadinya proses transformasi atau perubahantingkah laku seseorang sehingga mencapai kualitas hidup yang diharapkan.
B.       Konsep Pendidikan Ditinjau Dari Perundang-Undangan Indonesia
Menurut ketetapan MPR No. IV/MPR/1973 Pendidika pada hakekatnya adalah usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan di dalam dan di luar sekolah dan berlangsung seumur hidup. Sedangkan menurut Undang-Undang RI No. 10 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Dalam UUsp No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 1 dikemukakan bahwa :
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa,dan negara.


1.2  Proses Pendidikan

Dalam bagian ini dibahas dalam 3 hal, yakni :
A.      Kapan Pendidikan Dimulai
Langeveld berpendapat bahwa pendidikan dimulai sejak anak telah mengenal gezag/ kewibawaan dan berakhir setelah anak menjadi dewasa. Sedangkan secara umum proses pendidikan dimulai sejak anak masih berada dalam kandungan (Pra Natal).
B.       Kapan proses pendidikan berakhir
Menurut Langeveld proses pendidikan berakhir setelah anak mencapai tingkat kedewasaa. Namun secara hakikatnya pendidikan berlangsung seumur hidup ( Long Life Education ).
C.       Tri pusat pendidikan sebagai wadah proses pendidikan
Dasar yang digunakan dalam pembagian ketiga jenis lembaga pendidikan tersebut adalah
wewenang dan wibawa. Ketiga lembaga yang mempunyai wewenang untuk menyelenggarakan pendidikan adalah :
1.      Lingkingan keluarga
2.      Lingkungan sekolah
3.      Lingkungan masyarakat




1.3  Fungsi Pendidikan

1.        Pendidikan Sebagai Penegak Nilai
Pendidikan merupakan penegak nilai dalam masyarakat dengan artian memelihara serta menjaga tetap lestarinya nilai-nilai tersebut dalm masyarakat. Untuk memelihata dan melestarikan nilai-nilai ini dengan sendirinya dunia pendidikan harus selektif agar tidak menimbulkan gejolak-gejolak dalam masyarakat.
Macam-macam nilai budaya menurut Eduard Spanger :
  1. Nilai Politik
  2. Nilai Ekonomi
  3. Nilai Sosial
  4. Nilai Ilmu Pengetahuan
  5. Nilai Etika
  6. Nilai Seni
2.        Pendidikan Sebagai Sarana Pengembang Masyarakat
Proses pendidikan selalu terjadi dalam lingkungan masyarakat, dan pendidikan bertujuan untuk mengembangkan masyarakat itu sendiri. Proses tersebut akan berlangsung terus-menerus selama masyarakat itu masih ada. Orang-orang dewasa dalam suatu masyarakattertentu akan mejadi pendidik dalam lingkungan keluarganya masing-masing.
3.        Pendidikan Sebagai Upaya Pengembangan Potensi Manusia
Dalam mengembangkan nilai-nilai yang hidup ditengah-tengah masyarakat ini secara langsung ataupun tidak langsung akan terkait dengan pengembangankemampuan masyarakat, dan sangat erat hubungannya dengan pembentukan anggota masyarakat yang luwes yang bisa berperan sebagai anggota masyarakat yang baik dan bisa berperan sebagaimana mestinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar